Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Cucian

Buku-buku dan alat tulis tercecer di sana-sini. Gelas bekas minum, mukena untuk sholat, cucian yang belum dilipat, baju-baju yang digantung di belakang pintu, kabel-kabel charger , bahkan hey! kenapa ada batu ulekan di atas kertas-kertas itu? Suasana berantakan kamarku seolah menunjukkan isi kepalaku yang juga sedang berantakan. Aku merasa sedang menghadapi hubungan buruk dengan kerapian dan kebersihan barang-barang di kamarku, begitu juga dengan pekerjaan-pekerjaanku. Harus diselesaikan. Baiklah, aku harus bergerak. Mulai merapikan dan menata barang-barang ini sebelum aku merapikan dan menata urusan-urusan dan rencana-rencana hidupku. Ingat! Clean room equals clean mind. Ada setumpuk cucian kering yang dari dua hari lalu belum aku lipat. Mereka masih saja sabar menunggu di atas kursi, tidak bergerak, tidak bisa rapi sendiri. Melipat baju kini menjadi tugas yang sangat menjengkelkan bagiku. Padahal dulu aku sangat menyukainya. Aku jadi teringat waktu kecil, saat ibuku mengurusi cucian...

Jawaban

Seperti biasa tadi pagi aku mengantar keponakanku ke sekolah dulu. Dalam perjalanan pulang, aku sengaja memelankan laju motor untuk mengintip sebuah rumah dari luar pagarnya. Rumah yang cukup unik. Dinding-dindingnya ada 6 sisi, ya rumah itu berbentuk persegi enam. Ku perkiraan panjang sisi-sisi dindingnya itu sekitar 7 meter. Kalau dihitung luas jadi berapa ya? Halamannya tak kalah luas, sekitar seperempat lapangan sepak bola ku kira. Rumah itu berada di sudut kanan belakang tanah, menghadap ke arah timur, ke arah jalan raya. Disampingnya ada sepetak garasi yang terbuka. Tidak ada kendaraan di dalamnya, mungkin sudah dibawa pemiliknya pergi. Entah untuk bekerja, entah untuk ke mana. Di sebelah kanan rumah itu terbentang halaman yang luas tapi kosong. Hanya ada sebuah kandang anjing dan beberapa pohon pucuk merah. Halaman itu cukup asri, rumputnya terlihat sangat hijau dan sehat. Aku berkhayal di dalam hati, "Waah.. kalau aku yang punya rumah ini, sepertinya akan asik sekali. Aku ...

Memanah

Sekitar pertengahan tahun 2021 lalu aku diajak keponakanku bergabung dengan klub memanah yang ada di dekat rumah kami. Katanya, memanah itu seru sekali, bisa melatih fokus dan kesabaran. Di dalam hati aku bilang, apanya yang seru kalau yang dilatih adalah fokus dan kesabaran? Bukankah itu terdengar membosankan? "Ayo Kaakk.. coba sekaliii... aja" katanya. Ya sudah, aku akhirnya ikut juga. Pertama melihat keponakanku latihan, ku pikir memanah itu mudah saja. Tinggal pegang busurnya, ambil anak panah, arahkan ke target, dan taadaa.. anak panah tepat mengenai sasaran. Ternyata tidak semudah itu. Menarik anak panah dari busurnya ternyata susah, keras, dan butuh tenaga. Mengarahkannya ke target juga tak kalah payah. Dan setelah dilepaskan, ternyata tidak tepat sasaran. Anak panahku meleset mendarat di tanah. Aku tertawa, loh kok susah? Aku jadi penasaran. Coba lagi, coba lagi, coba lagi. Kata pelatih keponakanku, memanah memang tak segampang yang terlihat. Hampir semua orang gagal ...