Jawaban
Seperti biasa tadi pagi aku mengantar keponakanku ke sekolah dulu. Dalam perjalanan pulang, aku sengaja memelankan laju motor untuk mengintip sebuah rumah dari luar pagarnya.
Rumah yang cukup unik. Dinding-dindingnya ada 6 sisi, ya rumah itu berbentuk persegi enam. Ku perkiraan panjang sisi-sisi dindingnya itu sekitar 7 meter. Kalau dihitung luas jadi berapa ya?
Halamannya tak kalah luas, sekitar seperempat lapangan sepak bola ku kira. Rumah itu berada di sudut kanan belakang tanah, menghadap ke arah timur, ke arah jalan raya. Disampingnya ada sepetak garasi yang terbuka. Tidak ada kendaraan di dalamnya, mungkin sudah dibawa pemiliknya pergi. Entah untuk bekerja, entah untuk ke mana.
Di sebelah kanan rumah itu terbentang halaman yang luas tapi kosong. Hanya ada sebuah kandang anjing dan beberapa pohon pucuk merah. Halaman itu cukup asri, rumputnya terlihat sangat hijau dan sehat.
Aku berkhayal di dalam hati, "Waah.. kalau aku yang punya rumah ini, sepertinya akan asik sekali. Aku bisa berkebun, bisa tanam-tanam umbi, tanam tomat, tanam pohon manggis, tanam bayam, kangkung, pokcoy, dan segala macam dagangan abang sayur pasar Reni."
Lalu aku teringat Tuhanku dan bertanya, "Boleh nggak yaa Allah aku punya rumah seperti itu?"
Lamunanku pun berakhir, rumah itu sudah terlewati. Aku kembali fokus mengendarai motorku. Dan lalu dari arah depan terlihat seorang bapak-bapak berbaju ungu, aku membaca tulisan yang ada di punggungnya. Tulisan itu adalah "Everything is possible".
Ku rasa itu adalah jawaban dari Tuhanku. Everything is possible. Allah bilang kalau aku boleh-boleh saja punya rumah seperti itu. Aah.. senangnya hatiku.
Komentar
Posting Komentar